Senin, Agustus 10, 2009

Dilema Kumbang

Maaf aku bungaku...
entah kapan aku siap menghapirimu
menjadi halal untukmu
membelaimu
menghisap manis madumu

maafkan aku bungaku...
aku telah membuatmu
menunggu
tiada pasti
di sini sendiri

maafkan aku bungaku...
membuatmu malu
sempat layu
menantiku

maafkan aku bungaku...
aku harus melepasmu
ketika kusadar aku
siapa aku bukan untukmu
yang pantas untuk kau tunggu

maafkan aku bungaku...
pergilah jauh dariku
aku tak ingin kau
jatuh dalam nista
bersamaku

Bungaku...
aku rela melihatmu
pergi lalu bersemi
bersama kumbang yang pasti
meraih mimpi


By: Pebri

Ruang Kerja
06 Agustus 2009 jam 21:23

Kamis, Juni 18, 2009

Khilaf berbuah bui

"Mpeb, dah dapet kabar tentang Putra lom?!." tanya Yano kepadaku via facebook.

"Lom, emang ada apa dengan dia"

"Dia, masuk bui" lanjutnya

"Serius. Kok bisa, memang kenapa?!."

"Dia membunuh"

"Ah, pasti kau bercanda, iya kan?!." tanyaku tak percaya

"Serius. Aku gak bohong kok. Kalo kau tak percaya silahkan baca di koran or cari di internet pasti ada" Yano meyakinkanku.

Ia mengirimkan judul beritanya.

Aku pun penasaran. Aku meninggalkan Yano di room facebook.

Jari-jemariku menari di atas keyboard. Mataku nanar mencari yang dimaksud Yano.

Satu-persatu aku buka file yang terkait. Hatiku masih terganjal sesuatu, masih tak percaya. Rasa penasaranku terhadap berita itu membuatku sedikit mengabaikan kerjaanku demi mengetahui kebenarannya. Tak lehah jari menari dan mata menerawang kata yang tampak.

Setengah jam lebih aku menarikan jemari ini. Hingga akhirnya mata dihadang oleh sebuah artikel yang sebenarnya judulnya tak cukup menarik. Aku terperangah kaget setelah membaca isinya. Berjuta tanya menghampiri. Aku tak menyangka. Aku coba yakinkan lagi diriku. Aku buka lagi room facebookku.

"No, benar apa itu Putra?!. Kan di dunia ini banyak orang yang namanya Putra." tanyaku pada Yano

"Benar. Kalo di surat kabar ada gambarnya kok."

Mendengar keterangan Yano, bibirku hanya membulat. Aku mengangguk-anggukan kepala mulai paham. Hati tetap tak percaya namun fakta sudah berbicara. Putra seseorang yang pendiam, ramah, baik, dan pernah menjadi sahabat baikku waktu sekolah menengah kini berubah menjadi orang yang tega. Dengan khilafnya, ia berani menghabisi nyawa orang lain.

Dalam hati aku berharap, setelah keluar nanti dia akan jera. Tak mengulangi kesalahan yang sama.


Ya Rabb...

Ingatkan aku

sebelum Khilafku datang

jadikan aku

hamba_Mu yang dapat

menjaga khilaf dan hatinya




Pebri

Bta, Ruang kerja.

Selasa, June 23, 2009

Jumat, Juni 12, 2009

Sobat, tabahkan hatimu

Malam itu...
tak ada yang kuasa
melawan kuasa-Nya
mengutus malakat-Nya
menjumput umat-Nya

Malam itu...
tak ada yang kuasa
menahan derai
tangis di pipi
meluapkan duka

Malam itu...
tak ada yang kuasa
ketika ia tiada
tak ada kata
mengembalikannya ke dunia

Malam itu...
tak banyak kata
dari setiap yang ada
hanya kata tabah datang menyapa

Malam itu...
semua berduka
atas kepergiannya


Sobat tabahkan hati
jangan kau larut dalam sedihmu
do'akanlah ayahmu
tak hanya disini kalian bertemu
insya allah disana ada
tempat untuk kalian bertemu
memadu kasih yang tertunda


dedicated to My Friend "Aries Tianto"

By: Pebri

Dia Menjadikan Dirinya Dihormati

source : http://www.facebook.com/photo.php?pid=1698659&id=52472954880&ref=nf


Selasa, Juni 09, 2009

No Pain No Gain

Frenz...
Mungkin ini bukan suatu yang penting untuk kalian baca karena ini hanya sebuah cerita ketika aku berjumpa dengan kata-kata No Pain No Gain, namun aku berharap khususnya bagi diriku sendiri ada hikmah yang dapat dipetik (buah kalie dipetik... :-)) dari tulisan singkat ini.

"No Pain No Gain," ya itulah kata-kata yang sempat membuat ku pusing untuk mengtahui makna yang ada di dalamnya. Kali pertama aku membaca tulisan itu di sebuah web replika yang dimiliki oleh temanku. Waktu itu aku cukup penasaran apa arti dari kata itu. Namun aku cukup gengsi untuk bertanya (.. jangan di tiru yach!!..). Jadi, pada waktu itu juga langsung ku buka salah satu alamat web yang dapat mentranslate bahasa asing. Ku ketikkan kata yang kumaksud dan kutunggu beberapa detik. Dan beberapa saat hasilnya keluar tetapi tidak memuaskan. Aku sempat bergeming "masak artinya Tidak pedih/kesakitan tidak penambahan/kemenangan, apa maksudnya ya?!." Namun dari situlah titik terang untuk dapat menemui arti kata-kata No Pain No Gain dan aku pun menganggap selesai.

Tapi pada suatu hari aku bertemu dengan istilah itu lagi di game online. Aku kembali dibuatnya bingung karena aku lupa dengan arti yang ku dapat. Kembali ku luangkan waktuku untuk mencarinya lagi.

Setelah jauh berselancar di virtual world, aku menemukan beberapa artikel yang menyinggung tentang itu (salah satunya http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=199&Itemid=13). Dalam artikel itu penulis merasa beruntung sudah mengenal makna kata-kata itu. Kutelusuri kata demi kata dalam setiap artikel yang kutemukan. Aku pun larut dalam penjelajahan untuk mencari maknanya. Dari itulah aku mulai paham apa maksud dari kata-kata itu.

Benar apa yang dikatakan oleh kata-kata itu. Kita tidak akan mendapatkan kebahagian or kemenangan or penambahan yang hakiki tanpa kesedihan or kesakitan. Aku pun mulai menyadari arti kata itu yang aku temukan beberapa hari yang lalu. Ternyata arti itu tidak salah. Memang benar, apa bila kita tidak sedih, sait, susah maka kita tidak akan mendapatkan kebagian, penambahan, dan kemenangan yang hakiki. Pantas saja kalau setiap artikel yang aku baca itu para penulisnya merasa beruntung pernah mengenal dan mendengar istilah No Pain No Gain. Mereka merasa beruntung karena istilah itu membuat mereka bangkit menuju kebahagiaan dan kemenangan.

Monolog : I wish I can, insya allah.