Kamis, Juni 18, 2009

Khilaf berbuah bui

"Mpeb, dah dapet kabar tentang Putra lom?!." tanya Yano kepadaku via facebook.

"Lom, emang ada apa dengan dia"

"Dia, masuk bui" lanjutnya

"Serius. Kok bisa, memang kenapa?!."

"Dia membunuh"

"Ah, pasti kau bercanda, iya kan?!." tanyaku tak percaya

"Serius. Aku gak bohong kok. Kalo kau tak percaya silahkan baca di koran or cari di internet pasti ada" Yano meyakinkanku.

Ia mengirimkan judul beritanya.

Aku pun penasaran. Aku meninggalkan Yano di room facebook.

Jari-jemariku menari di atas keyboard. Mataku nanar mencari yang dimaksud Yano.

Satu-persatu aku buka file yang terkait. Hatiku masih terganjal sesuatu, masih tak percaya. Rasa penasaranku terhadap berita itu membuatku sedikit mengabaikan kerjaanku demi mengetahui kebenarannya. Tak lehah jari menari dan mata menerawang kata yang tampak.

Setengah jam lebih aku menarikan jemari ini. Hingga akhirnya mata dihadang oleh sebuah artikel yang sebenarnya judulnya tak cukup menarik. Aku terperangah kaget setelah membaca isinya. Berjuta tanya menghampiri. Aku tak menyangka. Aku coba yakinkan lagi diriku. Aku buka lagi room facebookku.

"No, benar apa itu Putra?!. Kan di dunia ini banyak orang yang namanya Putra." tanyaku pada Yano

"Benar. Kalo di surat kabar ada gambarnya kok."

Mendengar keterangan Yano, bibirku hanya membulat. Aku mengangguk-anggukan kepala mulai paham. Hati tetap tak percaya namun fakta sudah berbicara. Putra seseorang yang pendiam, ramah, baik, dan pernah menjadi sahabat baikku waktu sekolah menengah kini berubah menjadi orang yang tega. Dengan khilafnya, ia berani menghabisi nyawa orang lain.

Dalam hati aku berharap, setelah keluar nanti dia akan jera. Tak mengulangi kesalahan yang sama.


Ya Rabb...

Ingatkan aku

sebelum Khilafku datang

jadikan aku

hamba_Mu yang dapat

menjaga khilaf dan hatinya




Pebri

Bta, Ruang kerja.

Selasa, June 23, 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar